Berburu Sate Ayam dan Kripik Tempe Blora Saat Lebaran

BLORA. Musim liburan lebaran seperti saat ini sate ayam Blora pastinya menjadi jujukan pemudik. Makanan asli, khas dan kebanggaan masyarakat di kabupaten paling timur di Provinsi Jawa Tengah ini tetap menjadi makanan favorit dan diburu para pemudik. Tidak hanya puluhan bakul sate ayam yang menjajajakan satenya di Kota Blora, bakul-bakul di kota-kota kecamatan dan pedesaan saat sebelum, selama dan usai Lebaran / hingga H+3 Rabu (30/7) malam, masih harus kerja keras, sibuk rnembakar sate dan jualannya yang laris manis. 

SATE AYAM: Makanan khas Blora, sate ayam kampung Mbah Sukiban, di Jalan Dr Sutomo, Kota Blora. Foto: Wahono-skh

SATE AYAM: Makanan khas Blora, sate ayam kampung Mbah Sukiban,
di Jalan Dr Sutomo, Kota Blora. Foto: Wahono-skh

Meski harganya dinaikkan dari Rp 16.000 menjadi Rp 19.000 atau Rp 20.000 per porsi (sepuluh sunduk/tusuk), tetapi lapak, warung dan kios sate ayam khas Blora, terlihat ramai dan selalu penuh sejak pagi buka dasaran, tengah malam, sampai dini hari. 

Deretan penjual sate ayam di pondok sate ayam Kompleks Koplakan, Kota Blora, dari pagi hingga malam hari tidak pernah sepi pembeli yang sebagian besar pemudik.

Para penjual sate ayam ini mengaku membutuhkan sedikitnya 25 ekor ayam sampai 40 ekor ayam per harinya. “Lebaran ini saya memotong 30 ekor ayam per harinya, Alhamdulillah tetap ramai,” ungkap Rudianto Mudjito, salah satu bakul sate terkenal di Kota Blora. 

Ya, hampir di semua penjual sate ayam, maka akan nampak antrean pembeli. Menurut mBah Sukiban, salah satu penjual, sejak hari H Lebaran hingga H+3, pembeli selalu ramai. Dimana ada bakul sate ayam, terlihat ada antrean berbagai jenis mobil dengan plat nomor kendaraan dari luar Blora. 

Ya, selain dikenal daerah penghasil kayu jati, minyak dan gas bumi (migas), Blora memang terkenal dengan sate ayam bakarnya yang khas. Rasa gurih, rasa lezat yang didukung cara unik penyajian/penjualannya, pemudik selalu kangen menikmati citra rasa sate ayam yang dibakar dengan arang jati ini. 

Bahan baku masakan khas dan paling favorit di Blora ini sebenarnya sama dengan daerah lain, berupa daging ayam, bumbu-bumbu dan pelengkap lainnya. Namun, yang membedakan adalah pembakarannya dengan arang jati dan disajikan dengan daun jati. “Sate ayam Blora benar-benar gurih, apalagi kalau piringnya dari daun jati,” papar Esty, pemudik asal Jakarta dan mengaku makan 22 tusuk sate ini. 

Ciri khas lainnya adalah dalam penyajian tidak berdasar porsi, tapi hitung banyaknya sunduk (biasanya delapan tusuk, 16 tusuk atau sekian tusuk). Jadi bagi tamu pendatang baru yang belum paham cara menikmati sate ayam Blora, jangan sekali-kali membuang tusuknya, karena yang dihitung adalah batangan tusuk, bukan jumlah porsi. (Wahono-skh-Wawasan | Ms-infoblora)

About Rian Loverz

hai salam kenal yah...... kunjungi yah Rian Loverz Blog Ditunggu.............................makasih

Posted on Agustus 5, 2014, in INFO BLORA, NEWS, TAHUKAH ANDA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: